Beranda Daerah Lampung Timur Saluran Air P3_TGAI desa Trisno Mulyo,Batanghari Nuban Berpotensi Rugikan Negara & Petani

Saluran Air P3_TGAI desa Trisno Mulyo,Batanghari Nuban Berpotensi Rugikan Negara & Petani

642
0
BERBAGI

Batanghari Nuban (Lamtimpost) — Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3_TGAI)  bila diterapkan dengan baik dan benar maka kelangkaan air bisa teratasi saat musim tanam.

Namun yang terjadi ada pihak tertentu yang terkesan mencari keuntungan Pribadi dari pengerjaan saluran air yang dipercayakan kepada Persatuan Petani Pemakai Air (P3A)

Seperti yang dituturkan Sugiman ketua P3a desa Trisno Mulyo, kecamatan Batanghari Nuban, kabupaten Lampung timur yang sedang mengerjakan saluran air di dusun II sepanjang hampir 1 kilometer (980m) dengan pagu anggaran  Rp.195.000.000;

“Semua sudah sesuai atas arahan juklak juknis dan telah sepakat dengan para petani desa, untuk adukan adalah satu sak semen, 2 pasir dan 5 batu Split, pokoknya semua sudah sesuai saya tak mau bermain main dengan kerjaan itu”papar Sugiman (11/06/07)

Akan  tetapi semua itu berbalik ketika Awak media dan NGO GMC (Generasi Masyarakat Cerdas ) melihat secara langsung pengerjaan saluran air tersebut, dimana pengerjaan terkesan asal -asalan, block Cor terlihat banyak yang pecah dan retak tetapi tetap dipasang dengan cara di satukan dengan adukan lalu tak terlihat adanya papan informasi yang menerangkan secara detail projek apa,pendanaan dari mana  dan nilainya berapa.!?

Melihat hal tersebut Dahwan kabid investigasi NGO.GMC   Lampung Timur merasa aneh dengan pernyataan ketua P3a Sugiman

“Aneh tidak sesuai sama sekali seperti yang dikatakan pak Sugiman,apabila adukannya bagus mana mungkin block cornya pada pecah dan retak,parahnya lagi masih dipaksakan untuk dipasang secara tambal sulam dengan jimlah yang relatif banyak “tegas Dahwan.

Menurut Dahwan juga semua apa yang dia lihat langsung akan di jadikan bahan laporan kepihak terkait.

“Semua telah saya dokumentasikan dan  akan jadi bahan laporan ke ketua untuk selanjutnya dibahas sebagai pertimbangan untuk laporan ke pihak pihak terkait” tambahnya.

“Pengerjaan seperti ini akan bertahan berapa lama selain itu bukan hanya berpotensi merugikan Petani tetapi juga Negara i”tutupnya.(R*/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here