Beranda Tulang Bawang Barat Oknum Guru Ngaji “Cabuli” Santri Berulangkali di Area Pondok Pesantren

Oknum Guru Ngaji “Cabuli” Santri Berulangkali di Area Pondok Pesantren

2250
0
BERBAGI

Tubaba (Lamtimpost) — Biadab..! area Pondok Pesantren dijadikan tempat pencabulan anak dibawah umur oleh oknum Ustad terhadap Santri Perempuan di kecamatan Tumijajar, kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Mirisnya lagi hal tersebut dilakukan secara berulang dari tahun 2019 – 2021 oleh oknum guru ngaji berinisial MFA (27th) terhadap Bunga (15th, bukan nama Sebenarnya ) yang merupakan santri wanita yang masih belajar dipondok pesantren sebut.r

Berdasarkan LP/B/211/V/2021/SPKT/POLRES TULANG BAWANG BARAT/POLDA LAMPUNG, tanggal 31 Mei 2021l, Team Opsnal Tekab 308 Polres Tubaba bergerak cepat menangkap tersangka

“bermula kejadian pencabulan anak dibawah umur, Pada hari Jum’at, 07 Mei 2021 di Kantin Pondok Pesantren di Kecamatan Tumijajar telah terjadi Pencabulan terhadap anak dibawah umur” ujar Kapolre Akbp.Hadi Saepul Rahman melalui Kasat Reskrim Iptu.Andre Tri Putra.(01/06/21).

“Adapun dari hasil Pemeriksaan Bunga (korban) pencabulan yang dilakukan pelaku MFA sudah dilakukan sejak tahun 2019 yaitu awalnya kejadian Pertama di Dapur Pondok Pesantres pada tahun 2019 yang diingatnya 2 Kali, yang kedua Pada tahun 2019 di Koperasi Pondok Pesantren yang saat ini menjadi Asrama Putri sebanyak 5 kali, Yang ketiga di Kamar Mandi Asrama Putri Pondok sebanyak 10 Kali, yang keempat di Aula Pesantren sebanyak 12 Kali, yang kelima di Kantin Pondok Pesantren 4 Kali, yang ke enam di Kamar MFA 2 Kali, yang ke Tujuh di kamar mandi rumah pak Kiyai (alm) 3 Kali”, papar Kasat Reskrim.

Selanjutnya pada hari Senin, 31 Mei 2021 sekira 03.00 wib. Team tekab 308 Polres Tulang Bawang Barat di Pimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tuba Barat IPTU Andre mengamankan tersangka.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut Team Opsnal Tekab 308 Polres Tubaba langsung mengamankan pelaku MFA, kemudian dibawa ke Polres Tulang Bawang Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut”,

Terhadap tersangka akan dijerat Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No. 1 tahun 2016 perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

(Rus,Radarnews.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here