Beranda Daerah Polisi Harus Proses Hukum Akun Sri Widodo Yang Ancam “Bedil” Reporter TV

Polisi Harus Proses Hukum Akun Sri Widodo Yang Ancam “Bedil” Reporter TV

187
0
BERBAGI

Tulangbawang Barat, (Lamtimpost) – Ketua Forum Wartawan Media Harian Tubaba Bersatu (FW-MTB) Kabupaten Tulangbawang Barat, Ari Irawan menyayangkan komentar akun Facebook atas nama Sri Widodo yang diduga sebagai akun milik salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang mengancam mem-bedil (menembak) Budiman salah seorang reporter TV streaming.

“Pemilik akun Facebook atas nama Sri Widodo harus diproses secara hukum, komentarnya telah melecehkan profesi wartawan, itu bentuk ancaman terhadap profesi wartawan, komentar tersebut sangat berbahaya,”ungkap Irawan, Sabtu (29/2/2020).

Irawan juga menegaskan, polisi juga harus pro aktif untuk melindungi dan memberi masukan terhadap profesi wartawan. “Atas komentar akun Facebook Sri Widodo ini, polisi harus serius mengungkap siapa pemilik Akunnya, dan menegakkan hukum sesuai dengan Undang-undang sehingga kami wartawan dapat melaksanakan tugas di Kabupaten Tubaba ini dengan aman, tegasnya.

Menurut Irawan, Kepolisian Polres Tubaba diminta tidak main-main dalam menangani persoalan yang menyangkut keselamatan profesi jurnalistik.” Wartawan, khususnya yang bertugas di Kabupaten Tubaba ini hubungan mitra kerja dengan Polres Tubaba cukup baik. Sudah semestinya, kami wartawan menjalankan tugas tidak akan ada rasa takut karena ancaman seperti yang dilontarkan oleh akun Sri Widodo tersebut,”ujarnya.

“Dalam kasus ini, jika pihak SMK Muhammadiyah Tumijajar keberatan dengan pemberitaan, tidak perlu mengancam di media sosial, tetapi pihak sekolahan juga memiliki hak-hak terkait pemberitaan, hak jawab, hak klarifikasi dan hak-hak lainnya. Sekali lagi saya meminta agar kasus ini direspon cepat oleh Polres Tubaba,”pungkas Irawan.

Selain persoalan ancaman terhadap profesi wartawan, Irawan juga meminta agar Pemerintah memperhatikan persoalan pungutan biaya sekolah di Kabupaten Tubaba. Sebab, pungutan yang berkedok sumbangan ini kerap menjadi kendala bagi warga yang tidak mampu sehingga di Tubaba banyak terjadi anak yang terpaksa putus sekolah atau orang tua mereka berhutang ke rentenir untuk biaya sekolah.

Diketahui akun Facebook Budiman Reporter TV Streaming men-share berita terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di SMK Muhammadiyah Tumijajar, dalam komentar terakhirnya Akun Sri Widodo berujar.” Haaa hati2 sampean dibedil nanti,”ancam akun tersebut. (robi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here