Beranda Hukum & Kriminal Tak Terima Di Kirimi Foto Tak Senonoh & Pengeroyokan, Pasutri Lapor Polisi

Tak Terima Di Kirimi Foto Tak Senonoh & Pengeroyokan, Pasutri Lapor Polisi

664
0
BERBAGI

Suami Dituduh Aniaya, Istri Minta Keadilan

Lampung Tengah(Lamtimpost) — YAT(39th) Istri dari Muk yang dituduh sebagai penganiaya Sam satpam SMPN II Negeri Sritejo Kencono melaporkan kejadian yang menimpa dirinya dan suaminya kepolres Lampung Tengah (Lamteng), Rabu (12/02/20)

“Saya dan suami itu korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh Sam dan kawan-kawan, akan tetapi suami saya malah di tahan di Polsek Punggur dan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap sam” ujar

” Bisa dilihat hasil Visum Sam tidak apa-apa, dia(Sam) hanya di tampar sebanyak 4 kali oleh suami saya karena Sam dianggap melakukan perbuatan tidak Senonoh mengirimkan foto “Alat vitalnya melalu pesan WhatsApp (Wa) saya” tambahnya

Lebih lanjut ia mengatakan pagi itu dia dan suami datang ke balai desa Sritejo Kencono untuk melaporkan kelakuan Sam akan tetapi saya dan suami di keroyok massa yang kesemua mereka itu adalah teman-teman Sam, atas kejadian itu dia lapor balik ke polres Lampung tengah untuk minta keadilan bahwa suaminya di keroyok oleh Sam dan kawan-kawan.

Berdasarkan pengakuan korban, langsung di tindak lanjuti oleh Polisi Resort Lampung Tengah atas Laporan Polisi : LP/168 – B / II / 2020 Polda Lampung Res Lampung Tengah yang di sangkakan kepada Sam dan kawan-kawan atas dugaan Perkara pengeroyokan sebagaimana yang di maksud dalam pasal 170 KUHPidana.

“Kami melaporkan atas adanya diduga telah melakukan pemukulan disertai pengeroyokan terhadap kami oleh beberapa warga masyarakat di Desa Sritejo Kencono Kecamatan Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah, hari Sabtu lalu,” ujarnya di Satuan Reskrim Polres Lampung Tengah usai keluar ruangan, Selasa (11/02) dini hari.

Lebih lanjut dia menceritakan terkait persoalan ini berawal dari saya bersama Muk ingin mendatangi rumah kepala desa Sritejo kencono yang bernama Suhani untuk melaporkan Kas.bahwa telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan pelecehan seksual dengan mengirimkan gambar dan video kepada saya.

“Pagi-pagi kami berniat untuk menyampaikan dan mengadukan kepada kepala kampung, akan tetapi di tengah perjalanan dihadang oleh lebih dari tiga orang tidak dikenal, kemudian kami digiring rombongan massa menuju balai Kampung Sritejo Kencono. Sesampainya disana kami di sambut kerumunan massa, secara membabi buta tanpa mempertanyakan terlebih dahulu masalahnya mereka menyerang saya dan suami pukulan bertubi-tubi hingga saya dan suami lebam-lebam di sekujur tangan dan badan, saya sudah visum untuk melaporkan mereka melakukan pengeroyokan,” tambahnya.

Lebih dalam kata Yen, sesampainya di Balai Desa ada pak Hadi Beno Mantan Kepala Kampung Desa Sritejo Kencono, tapi belum sempat menjelaskan yang sebenarnya terjadi, Sam Dan Kawan-kawan (DKK) sudah langsung memukuli suaminya. “Mereka dan pak Beno Hadi warga Sritejo Kencono mengaku dari paguyuban, kami sudah menjadi korban pengeroyokan akan tetapi Muk suami saya malah di tahan di Polsek Punggur. Saya mau minta keadilan saya di lecehkan oleh Sam melalui via wa dia goda-goda saya Sampai kirim foto Alat vitalnya, tetapi tidak saya ladeni. Terus suami saya marah sama Sam malah kami di keroyok oleh Sam dan kawan-kawan”ujarnya sambil menahan air mata.

” Sakitnya lagi suami saya malah jadi tersangka. Saya mohon kepada bapak polisi berikan kami keadilan,” harap Yeni.

Terpisah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur Musannif Effendi Yusnida SH MH membenarkan bahwa Muk ini berprofesi jurnalis dan sebagai anggota PWI Lamtim.

“Iya memang benar Muk ini anggota PWI Lamtim dia dari media suara pedia.com., Rencana saya hari ini mau menghadap bapak Kapolres Lampung tengah untuk konsultasi,” papar Fendi yang juga sebagai Advokat tersebut.

(TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here