Beranda Politik Menunggu “Tiket” & “Perahu” Parpol Dalam Pilkada 2020 Lamtim

Menunggu “Tiket” & “Perahu” Parpol Dalam Pilkada 2020 Lamtim

561
0
BERBAGI

Opini : Oleh Studio IWO Lamtim dari Berbagai Sumber

Lampung Timur (Lamtimpost) — Waktu pemilihan kepala daerah (Pilkada) hanya tinggal hitungan bulan kedepan, kontestasi politik tersebut untuk menentukan arah pembangunan Kabupaten Lampung Timur selama lima tahun kedepan. Meskipun sejumlah nama sempat muncul untuk bakal calon dan sempat menjadi perbincangan yang hangat ditengah masyarakat, namun pasang surut arus politik sangat rentan terjadi.

Meskipun beberapa tahapan saat ini telah dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) dalam menyambut Pilkada Lamtim, Selain itu sejumlah partai politik juga telah membuka pendaftaran bakal calon yang akan diusung untuk maju sebagai bupati dan wakil bupati di Bumei Tuwah Bepadan.

Kini, para kandidat tersebut masih menunggu “tiket” di pelabuhan menanti kepastian Perahu (partai politik) mana yang akan ditumpangi untuk berlayar di Pilkada 2020 ini.

Pasalnya, hingga kini belum ada pasangan bakal calon yang berani menyatakan diri secara langsung bahwa sudah mengantongi tiket untuk “berlayar” dengan partai tertentu, yang menyatakan kesiapan diri secara pribadi sudah banyak.

Apakah menunggu dan mengamati pergerakan bakal calon masing-masing merupakan bagian dari strategi? entahlah, atau jika membuat pergerakan yang agresif dan takut “dijegal” nantinya ditengah perjalanan. Bahkan ada juga yang menilai bahwa sekarang masih terlalu dini untuk bergerak secara terbuka, seolah ada poros politik yang harus diimbangi pergerakannya.

Hal itu terlihat dari sekian banyak nama bakal calon yang digadangkan akan maju, belum satupun yang menyampaikan visi-misi maupun ide, apalagi inovasi yang akan disajikan untuk Lamtim secara terbuka kedepan, hanya dengan bahasa-bahasa sederhana yaitu, akan membangun Lamtim kearah yang lebih baik.

Disisi lain, hal itu bisa juga disebabkan oleh sengitnya persaingan partai politik ditingkat pusat saat ini. Karena tiket partai politik terletak di tangan Dewan Pembina Pusat (DPP) partai masing-masing. Meskipun pengurus partai ditingkat kabupaten memberi rekomendasi dan menggalang perekrutan, namun keputusan dari DPP juga merujuk kepada hasil survei yang dilakukan oleh internal partai yang umumnya akan dilaksanakan pada Februari mendatang. Tentu saja hasil survei harus dikejar, siapa yang memiliki elektabilitas paling tinggi akan lebih dilirik oleh partai politik.

Setidaknya ada beberapa nama yang telah masuk kedalam bursa bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju di Pilkada Lampung Timur,dari sejumlah nama tersebut, ada diantaranya yang telah menentukan pasangan dan ada juga yang belum menemui kecocokan. Meski demikian dinamika politik akan terus bergulir, setiap manuver akan mempengaruhi peta politik hingga sampai waktunya nanti masyarakatlah yang akan menentukan siapa yang akan diberi amanah untuk memimpin Lampung Timur, lima tahun kedepan,(R*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here