Beranda Daerah Sembilan Tahun Tak Berobat Pengidap Hidrosefalus Di Sukadana Menjadi Lumpuh dan Buta

Sembilan Tahun Tak Berobat Pengidap Hidrosefalus Di Sukadana Menjadi Lumpuh dan Buta

564
0
BERBAGI

Lampung Timur (Lamtim post)  — Dua orang anak di desa Muara Jaya, kecamatan Sukadana, Lampung Timur,Aini Safira (9th) dan Laily Maharani (2th) di vonis mengidap Pembesaran Kepala(Hidrosefalus).

Adanya informasi tersebut Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) beserta Dinas kesehatan Lampung Timur segera mendatangi lokasi rumahnya untuk melihat secara langsung keadaan dua anak tersebut sekaligus memberikan motivasi kepada orang tuanya.(24/01/20).

Di rumah pertama (Safira) melihat kondisinya memang sangat memprihatinkan, dia hanya bisa tergolek lemah tak berdaya, karena selain pembesaran kepala, Safira juga mengalami kelumpuhan dan kebutaan akibat terlambat dalam penanganan.

“Bukan saya tak mau berobat tapi karena tidak ada biaya,saya setiap sore hanya jualan gorengan di jalan lintas,itu hanya cukup buat makan, sedangkan ayahnya Safira telah lama meninggal dunia sejak Safira berada dalam kandungan”ujar ibu Safira sambil menitikkan air mata.

Terpisah dikediaman Laily Maharani keadaannya sudah lebih baik pasca operasi 2 tahun yang lalu,namun patut disayangkan hampir selama dua tahun pasca operasi Laily juga tak pernah kontrol ke Rumah sakit dengan alasan yang sama yaitu tak ada biaya.

“Laily memang ada BPJS tapi untuk biaya antar dan nunggu di rumah sakit kami tak mampu karena suami saya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan pas – pasan dan tidak setiap waktu bekerja”ujar ibunya Laily.

Melihat hal tersebut dr.Nanang Saleh kadis kesehatan Lampung timur mengatakan akan segera berkoordinasi terkait penanganan 2 bocah tersebut.

“Secepatnya saya akan koordinasi dengan Puskesmas dan bidan desa untuk segera menindaklanjuti hal ini, untuk pengobatan dan ambulans pemerintah daerah telah memberikan secara gratis tetapi untuk biaya keluarga pasien yang menunggu menjadi kendala tersendiri,, inia sedikit bentuk tali asih dari kami (Dinkes_ red)”kata dokter Nanang sambil menyerahkan tali asih.

Sementara Ketua PWI Lamtim Musannif Effendi Yusnida melalui bendahara PWI,Samsi mengungkapkan bahwa ini merupakan program “PWI Peduli”

“Tali asih ini diberikan oleh anggota PWI sebagai bentuk rasa prihatin atas cobaan yang di alami oleh ananda Safira dan ananda Laily , semoga bantuan ini dapat bermanfaat serta doa yang tak putus untuk kesembuhan ananda berdua”pungkasnya.

Di ketahui juga selain dari dinas kesehatan dan PWI Lamtim tali asih dan simpati juga di berikan oleh Kapolres Lampung timur AKBP Wawan Setiawan melalui Arif Fahri seorang jurnalis yang biasa melakukan peliputan di polres Lamtim.(R*/KMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here