Beranda Budaya Ratusan Masyarakat Adat Kebandaraan,Ngeluruk Pemda Lamtim.

Ratusan Masyarakat Adat Kebandaraan,Ngeluruk Pemda Lamtim.

195
0
BERBAGI

Lampung Timur, (L post.Com).

Ratusan Masyarakat Adat Kebandaraan Marga Sekampung Limo Mego mengelar aksi damai untuk menuntut keadilan di halaman Pemerintah Daerah Lampung Timur, Kamis (31/10), tentang makanan Kelelawar menjadi salah satu makan khas di Lampung Timur.

Para pendemo juga mengadukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Girimulyo Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur yang telah mengundang rombongan Telivisi Swasta, untuk mengekspos kegiatan petualang di lorong goa pandan di wilayah tersebut.

Ketua Koordinator Raja Bandar H,S mengatakan kami sebagai tokoh masyarakat di wilayah sini (red) merasakan dampak negatif atas penayangan kegiatan rombongan petualangan yang di motori Pokdarwis Desa Girimulyo.

” Kami tidak terima atas penayangan pada tangal 4 September 2019, hewan mamalia kelelawar sebagai makanan khas daerah Sekampung Udik, tentu kami merasakan keberatan atas di gadang-gadang salah satu bagian dari makan khas wilayah Kecamatan Sekampung Udik,” Ujar Raja.

Lebih lanjut, Kata Raja Bandar, apapun dimana bumi di pijak disitu langit di junjung, tentunya (red) harus menghargai adat istiadat kami, untuk itu kami mera di lecehkan oleh Kelompok Masyarakat Sadar Wisata tersebut.

” Adat kami tidak pernah menggunakan Hewan bertaring itu sebagai bahan makanan untuk di hidangkan dalam acara yang dihadiri Adat tersebut,”pungkasnya.

Makanan adat, Klawar masakan adat Kebandaran Marga Sekampung Udik Sekappung Limo Migo itu masakan yang berbahan baku daging sapi atau kambing yang di bakar yang menyerupal sate di sajikan dengan bumbu rempah-rempah yang disediakan di haluskan, yang dominan dengan rasa pedas dan asam untuk rasa asam sehingga dapat dimakan belimbing wuluh yan tipis di aduk dengan tumbukan cabai dan irisan bawang merah talu dicampurkan dengan santan kelapa dan seluruh rempah mentah / tidak ada yang masak selain udara untuk memeras santan kelapa ini menggunakan udara yang telah di rebus terlebih dahulu yang sudah dingin dilakukan oleh laki-laki.

” Kami akui memang ada makanan khas Marga Sekampung, yaitu Klawar dan bahan-bahan adalah daging sapi atau kambing ditambah lagi rempah-rempah sebagai bumbu-bumbu penyedap rasa dan di dominasi rasa pedas,”tambahnya.

Dalam unjuk rasa atau menyampaikan pendapat di muka umum, delapan dari pendemo diajak untuk diskusi dan terima Sekretaris Daerah Lampung Timur Syahruddin Putera di ruang kerja untuk menyampaikan aspirasi dan mendengarkan apa yang diinginkan dari Kebandaraan Marga Sekampung. (Wahyudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here